Showing posts with label INFORMASI PRAMUKA. Show all posts
Showing posts with label INFORMASI PRAMUKA. Show all posts

Friday, October 25, 2013

Skema Sistem Diklat Gerakan Pramuka

Artikel berikut di sadur dari
pramukanet.org
dengan judul :
Skema Sistem Diklat Gerakan Pramuka


Sistem Pendidikan dan Pelatihan Anggota Dewasa Gerakan Pramukayang didasarkan pada SK Kwarnas No. 18/2002, memerlukan penyempurnaan dan penyesuaian dengan kebijakan siklus kegiataan anggota dewasa serta kebijakan pendidikan dan pelatihan anggota muda Gerakan Pramuka. Hasil proses perumusan Sistem Pendidikan dan Pelatihan sebagai tahap kedua dari tiga tahap dalam kebijakan siklus kegiatan anggota dewasa yang dikombinasikan dengan pendidikan dan pelatihan anggota muda, menghasilkan Sistem Pendidikan dan Pelatihan dalam Gerakan Pramuka yang diterbitkan berdasarkan SK Kwarnas No 202 tahun 2011, tanggal 4 Oktober 2011.

Sistem Pendidikan dan Pelatihan dalam Gerakan Pramuka ini dibuat sebagai penjabaran 3 (tiga) tahap dari Adult in Scouting, yaitu tahap pendidikan dan pelatihan, sebagai suatu sistem yang tertata yang dapat memandu peran anggota Dewasa dalam meningkatkan kemampuannya sesuai dengan tugas dan fungsinya melalui pendidikan dan pelatihan., selanjutnya Kwartir Nasional memberikan pedoman dalam Pengelolaan dan Pengembangan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka bagi Kwartir dan Pusdiklat.
Sisdiklat merupakan bagian dari proses pembinaan anggota Gerakan Pramuka yang secara garis besar terdiri atas kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan yang dilaksanakan berjenjang dan tidak berjenjang sesuai dengan kemampuan dan minat anggota Gerakan Pramuka.

Berikut ini adalah skema sistem Pendidikan dan Pelatihan dalam Gerakan Pramuka, sedangkan keterlibatan peranan Penegak dan Pandega (Dewan Kerja) di dalamnya merupakan bagian dari upaya dan langkah kaderisasi Kepemimpinan di lingkungan Gerakan Pramuka.
 Image

continue reading

Gerakan Pramuka Rawan Degradasi

Artikel berikut di sadur dari :
http://www.pramukanet.org
dengan judul " Gerakan Pramuka Rawan Degradasi "



Pada peringatan hari Pramuka ke 50 yang lalu , Gerakan Pramuka telah menyelenggarakan Pengibaran bendera Merah putih terbesar dengan moment Dive Pramuka Emas di pantai Pasir Putih Situbondo, demikian pula dilaksanakan kegiatan estafet tunas kelapa dari penjuru tanah air, yang terakhir pengibaran bendera Merah Putih di pulau sebatik yang dilakukan Pramuka Saka Bahari. Masih banyak event lainnya yang pokok utamanya adalah menanamkan kesadaran berbangsa, belanegara dan kecintaan pada tanah air di negara ini.

continue reading

Saturday, July 27, 2013

1 Agustus 2013 adalah worldscarfday



pada tanggal 1 agustus. seluruh pandu di dunia di harapkan memakai scraf kepanduan mereka kepada publik untuk menunjukkan "spirit of scouting / semangat kepanduan"
Description
The idea of "World Scout Scarf Day" on August 1 is that all active and former scouts are requested to wear their scout scarfs in public to make the "spirit of scouting" visible: once a scout - always a scout! In 2011 the day coincided with the World Jamboree in Sweden which was a perfect opportunity to show the close bond to all the scouts attending.

Of course, the scarf is only a symbol but a strong symbol for the scout promise and for our mission to leave the world as a bit better a plactap Pramukae than we had found it.
---------------

Penjelasan
Ide dari "World Scout Scraf Day" pada tanggal 1 Agustus adalah agar seluruh pramuka/pandu di seluruh dunia memakai scraf kepanduan mereka dan menunjukan kepada publik "semangat kepanduan" : Sekali Pramuka tetap Pramuka (once a scout - always a scout!) di tahun 2011 pada jambore Dunia di Swedia adalah kesempatan yang sempurna untuk menunjukan ikatan/persaudaraan yang dekat dengan semua peserta Jambore

berikut komen dari Pramuka Belanda
langsung disadur dari beberapa situs luar yang membahas tentang world scarf day pada tanggal 1 Agustus 2013 minggu depan

berikut cuplikan komen mereka
"I first became aware of World Scarf Day several years ago.  It was just before the World Jamboree in Sweden.   Since then, from what I have seen, it’s been catching on slowly but surly within the USA.
There is not much International Scouting that I have seen as compared to how the rest of WOSM based Scout Units seemed to do compared to the BSA Scouts.
Here is the meaning and reason behind World Scarf Day: Also, the original blog post about #Worldscarfday
Use #worldscarfday as the official Twitter Hashtag."

continue reading

Friday, July 26, 2013

Tanda Penghargaan dan Penggunaan nya

Description: Image
Gerakan Pramuka telah memiliki tanda penghargaan yang diperuntukkan baik bagi anggota Gerakan Pramuka maupun bagi orang dewasa di luar Gerakan Pramuka. Tanda Penghargaan adalah tanda yang diberikan kepada seseorang di dalam dan di luar Gerakan Pramuka, sebagai penghargaan atas:
1) perilaku yang luhur, kesetiaan, keaktifan;
2) jasa, karya, dan darma baktinya;
3) keberanian yang luar biasa.
yang dianggap cukup berguna bagi kepentingan dan perkembangan kepramukaan.
Lencana Pancawarsa
yaitu tanda penghargaan yang diberikan kepada anggota dewasa Gerakan Pramuka, sebagai penghargaan atas kesetiaannya kepada organisasi dan keaktifannya melakukan kegiatan orang dewasa Gerakan Pramuka selama lima tahun atau kelipatannya secara terusmenerus.



Macam Tanda Penghargaan Pancawarsa
(1) Lencana Pancawarsa I untuk masa bakti 5 tahun.
(2) Lencana Pancawarsa II untuk masa bakti 10 tahun.
(3) Lencana Pancawarsa III untuk masa bakti 15 tahun.
(4) Lencana Pancawarsa IV untuk masa bakti 20 tahun.
(5) Lencana Pancawarsa V untuk masa bakti 25 tahun.
(6) Lencana Pancawarsa VI untuk masa bakti 30 tahun.
(7) Lencana Pancawarsa VII untuk masa bakti 35 tahun.
(8) Lencana Pancawarsa VIII untuk masa bakti 40 tahun.
(9) Lencana Pancawarsa IX untuk masa bakti 45 tahun.
(10) Lencana Pancawarsa UTAMA untuk masa bakti 50 tahun atau lebih.
Berbentuk Pita Gantung, Lencana Pancawarsa I sampai dengan IV dibuat dari logam berwarna perak, sedangkan Lencana Pancawarsa V sampai dengan  Lencana Pancawarsa Utama dibuat dari logam berwarna emas.  
Untuk Tanda Harian Lencana Pancawarsa dibuat dari kain berwarna biru dengan angka romawi atau tulisan huruf kapital dibuat dari logam berwarna perak atau kuning emas, yang menunjukkan tingkat Lencana Pancawarsa tersebut
  
Syarat Penerima Lencana Pancawarsa
a.  Lencana Pancawarsa menandai kesetiaan, kepatuhan, kerajinan, ketekunan, kesungguhan dan ketertiban anggota dewasa Gerakan Pramuka, dalam menunaikan tugas kewajibannya selama lima tahun atau kelipatan lima tahun
b.    Anggota dewasa Gerakan Pramuka dapat menerima dan mengenakan Lencana Pancawarsa apabila yang bersangkutan telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1) Sudah dikukuhkan untuk memegang suatu jabatan tertentu dalam Gerakan Pramuka.
2) Selalu bekerja dengan tekun, rajin, dan bertanggungjawab atas tugas kewajiban yang dibebankan kepadanya.
3)Selalu memperlihatkan usahanya untuk meningkatkan pesertadidiknya atau mengembangkan Gerakan Pramuka pada umumnya.
4)Selalu menunjukkan usahanya untuk meningkatkan pengetahuan, kecakapan kepemimpinannya dan pengalamannya dalam bidang tugas kewajibannya dan juga dalam bidang kepramukaan lainnya.
5) Selalu menunjukkan usahanya untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan Trisatya dan Dasadarma, Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, dan Sistem Among.
c.   Seorang anggota dewasa Gerakan Pramuka yang selama lima tahun sejak diterimanya Lencana Pancawarsa yang pertama, masih memenuhi syarat-syarat seperti yang tercantum pada angka 2 di atas, dapat menerima dan mengenakan Lencana Pancawarsa untuk lima  tahun berikutnya dan seterusnya.

Tata Cara Pemakaian pada pakaian seragam
Untuk menentukan tingkat dari tanda penghargaan dalam rangka menentukan letak pemakaian tanda penghargaan itu pada pakaian seragam pramuka, maka diatur dari tingkat tertinggi sampai terendah, urutannya adalah sebagai berikut: 
a) Lencana Tunas Kencana b) Lencana Melati c) Lencana Darma Bakti d) Lencana Wiratamae) Lencana Karya Bakti f) Lencana Satyawira g) Lencana Pancawarsa. Lencana pancawarsa termasuk tingkat urutan yang paling bawah.
Penempatan pada pakaian seragam.
a.    Seragam Upacara:

Description: Image(1) Menggunakan lencana pita gantung dikenakan di atas saku kiri baju seragam pramuka putra dan untuk putri menyesuaikan.
(2) Apabila lencana yang dikenakan lebih dari satu, dikenakan berjajar dari kanan ke kiri sesuai dengan tingkatannya maksimum enam lencana, apabila lebih dari enam lencana maka disusun jajaran baru di atasnya.







 Description: Image

(Pemakaian 1 - 3 lencana pita)

Description: Image 

(Pemakaian 4 - 6 lencana pita)

b)    Seragam Harian:
Description: Image(1) menggunakan tanda harian lencana yang dikenakan di atas saku kiri baju seragam pramuka putra dan untuk putri menyesuaikan.
(2) apabila tanda harian lencana yang dikenakan lebih dari satu dikenakan berjajar dari kanan ke kiri sesuai dengan tingkatannya maksimum tiga tanda harian lencana, apabila lebih dari tiga tanda harian lencana maka disusun jajaran baru di atasnya.



 Description: Image 
(Pemakaian 1 - 3 tanda harian lencana)


 Description: Image
(Pemakaian 4 - 6 tanda harian lencana)


(3) pada seragam harian sesuai kebutuhan dapat juga menggunakan lencana dengan pita gantung sebagaimana pemakaian pada seragam upacara.
c.    Masa berlakunya pemakaian :
Lencana Pancawarsa yang dipakai adalah tiga lencana pancawarsa terakhir yang diterima.

Pengadaan                 
1.    Pengadaan Lencana Pancawarsa I s/d IX adalah wewenang kwartir daerah.

2.    Pengadaan Lencana Pancawarsa Utama adalah wewenang Kwartir Nasional.

continue reading

KEGIATAN PRAMUKA 2013 JAWA TIMUR

RENCANA KEGIATAN PRAMUKA JAWA TIMUR 2013

1.UNJUK GELAR PRAMUKA JAWA TIMUR 2013
PESERTA : SIAGA HINGGA PENEGAK
WAKTU : 14 AGUSTUS 2013

2.prestasi siaga 2013
waktu : september s.d. desember 2013
tempat : trenggalek , kota kediri , blitar , kota probolinggo , situbondo , dan kota pasuruan

3.KEMAH KEMERDAKAAN
WAKTU : SEPTEMBER 2013
PESERTA : PRAMUKA PENEGAK DAN SISWA KELAS XI

4.jambore daerah
waktu : oktober s.d. desember 2013
tempat : banyuwangi, probolinggo, madiun, sampang, tuban.

5.LATIHAN PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN ( LPK )
WAKTU : TRIWULAN II
TEMPAT : PUSDIKLATDA ARGASONYA , JAWA TIMUR

6.raimuna daerah ( east java rovermoot )
waktu : desember 2013
tempat : lebakharjo malang
peserta : semua pramuka penegak dan pandega se-jawa timur

7.JOTA - JOTI
WAKTU : AGUSTUS DAN OKTOBER 2013
TEMPAT : KWARTIR CABANG SE-JAWA TIMUR
PESERTA : SEMUA UNSUR GOLONGAN PRAMUKA

continue reading

RAIMUNA DAERAH ( east java rovermoot ) JAWA TIMUR 2013


Sesuai dengan program Kwartir Daerah Jawa Timur Sebentar Lagi Malang akan kedatangan tamu untuk melakukan kegiatan RAIMUNA di desa Pramuka Lebak Harjo Malang
 Sebelumnya mari kita refresh kembali ingatan kita, apa sih sebenarnya RAIMUNA itu?

ceck this one out, heheheh

continue reading

Sunday, June 30, 2013

Tehnik Berceritera Pramuka Siaga

 
1.    Anak seusia Siaga mempunyai sifat-sifat suka mengkhayal, suka meniru, suka bermain.
2.    Berpangkal pada sifat anak yang suka berimajinasi, maka kegiatan-kegiatan untuk Siaga harus dibungkus dengan ceritera-ceritera sederhana yang baik dan menarik.
3.    Ceritera merupakan salah satu kesukaan bagi anak seusia Siaga, oleh sebab itu ceritera digunakan sebagai salah satu alat untuk mendidik.

TUJUAN DAN KEUNTUNGAN CERITERA
1.    Tujuan ceritera :
a.    Membentuk tabiat/berwatak luhur.
b.    Menanamkan isi Dwi Satya dan Dwi Dharma.
c.    Mendidik ke arah pembentukan warga-negara yang ber-Pancasila.
d.    Mendidik ke arah kesehatan dan ketrampilan.
2.    Keuntungan ceritera bagi anak
a.    Membekali jiwa anak dengan bahan pokok bagi kesejahteraan manusia.
b.    Mengembangkan daya cipta, rasa, karsa, dan karya.
c.    Mengembangkan rasa keberanian dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
d.    Membangunkan perhatian yang besar terhadap lingkungan hidupnya.
e.    Menambah kecakapan berbahasa yang baik.
f.     Menambah pengalaman.
g.    Melatih anak untuk membiasakan menganalisa sesuatu persoalan.
h.    Merupakan penjelasan yang nyata terhadap latar belakang kegiatan.

PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN
Tidak semua Pembina mahir berceritera, maka itu perlu adanya persiapan yang masak bagi Pembina, baik lahir maupun batinnya. Persiapan yang perlu :
1.    Suka pada ceritera yang akan disampaikan.
2.    Bacalah ceriterditu berulang-ulang.
3.    Kuasailah nama yang terdapat dalam ceritera dan urutan ceriteranya.
4.    Buatlah singkatan isi ceritera itu.
5.    Pilihlah ceritera yang sesuai dengan dunia Pramuka Siaga.
6.    Latihlah berceritera di depan cermin dengan segala gerak-geriknya (meragakan).
7.    Ketahuilah darimana ceritera itu dimulai dan sampai dimana harus diakhiri.
8.    Berceriteralah dengan tenang dan jelas (selingilah dengan macam-macam gerak dan suara).
9.    Susunlah ceritera itu sedemikian, sehingga berakhir ketika mencapai puncaknya.
10. Janganlah menyampaikan maksud yang terkandung dalam ceritera itu, biarkan anak mengambil kesimpulan sendiri.

MEMILIH CERITERA :
1.    Ceritera yang masih bersifat khayal, mengandung nilai baik, (positif) yang menarik.
2.    Ceritera itu mengandung pendidikan dan petunjuk/nasehat.
3.    Ceritera yang lucu (jenaka) sekedar untuk membuat suasana bergembira.
4.    Ceritera yang dapat menghidupkan semangat meniru tindakan yang baik (positif).
5.    Ceritera yang berisi contoh pelaksanaan Dwi Satya dan Dwi Dharma dalam kehidupar sehari-hari.

BENTUK CERITERA :
1.    Ceritera Pendek yang mungkin dalam satu waktu yang pendek selesai diceriterakan.
2.    Ceritera bersambung, yang terpaksa diputus-putusmenceriterakannya, karena ceriteranya amat panjang.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1.    Ceritera dimulai bila anak sudah siap mendengarkan ceritera itu.
2.    Berikanlah ceritera itu pada acara sebelum upacara penutupan.
3.    Jangan memberikan ceritera yang menimbulkan rasa kegelisahan, kengerian, dan ketakutan.
4.    Jangan memberikan ceritera yang bersifat sedih, mengharukan.
5.    Jangan memberikan ceritera yang sudah pernah didengar oleh anak.
6.    Berceritera di tempat yang memenuhi syarat (bersih, tidak terganggu panas dan lain-lain).
Berceritra merupakan santapan rokhani bagi Siaga, karena itu digunakan sebagai alat pendidikan dalam Gerakan Pramuka, antara lain dalam pembentukan watak. Oleh karena itu, dalam acara kegiatan membina Siaga, berceritera perlu mendapat perhatian Pembina.

continue reading

Komponen dan Standar pada Akreditasi Gugusdepan


 
Gugusdepan disingkat Gudep adalah kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan kepramukaan, serta sebagai wadah pembinaan bagi anggota muda.
Gugus depan merupakan ujung tombak pendidikan kepramukaan harus mampu mengatur diri sendiri dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu secara terus-menerus, baik masukan, proses pendidikan kepramukaan maupun keluaran berbagai program dan layanan yang diberikan kepada anggotanya.
Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, gugus depan harus secara aktif membangun sistem penjaminan mutu intemal. Untuk membuktikan bahwa sistem penjaminan mutu internal telah dilaksanakan dengan baik dan benar, gugus depan harus diakreditasi oleh kwartir Gerakan Pramuka.
Dengan sistem penjaminan mutu yang baik dan benar, gugus depan akan mampu meningkatkan mutu, menegakkan otonomi, dan mengembangkan diri sebagai ujung tombak pendidikan kepramukaan dan kekuatan moral masyarakat secara berkelanjutan.

Akreditasi Gugusdepan mempunyai tujuan adalah sebagai berikut :
a.    Menjamin gugus depan yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang tidak memenuhi standar.
b.    Memotivasi gugus depan untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.
Selanjutnya akreditasi gugus depan adalah seluruh proses kegiatan evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen gugus depan terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program pendidikan kepramukaan yang akan dilakukan oleh Tim Asesor yang ditugaskan oleh kwartir. Untuk menentukan kelayakan gugus depan hatus menunjukkan bukti-bukti yang dipersyaratkan dalam akreditasi tersebut.

STANDAR AKREDITASI GUGUS DEPAN
Standar akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indikator kunci) yang dapat digunakan sebagai dasar :
1.    Penyajian data dan informasi mengenai kinerja, keadaan dan perangkat gugus depan, yang dituangkan dalam instrumen akreditasi;
2.    Evaluasi dan penilaian mutu kinerja, keadaan dan perangkat gugus depan,
3.    Penetapan kelayakan gugus depan untuk menyelenggarakan program-programnya; dan
4.    Perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu gugus depan.


KOMPONEN AKREDITASI
Komponen yang akan di akreditasi di gugus depan mencakup:
1.    Data keanggotaan
2.    Standar Administrasi Gugus depan
3.    Standar Pengelolaan Gugus depan
4.    Standar Kompetensi Pembina
5.    Standar Kegiatan Gugus depan
6.    Standar Pencapaian SKU, SKK dan SPG
7.    Standar Sarana Prasarana Pengalaman Pembina mengikuti kegiatan pada Bidang Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
8.    Penghargaan dan Prestasi
 Deskripsi setiap komponen itu adalah sebagai berikut.
1.    Data keanggotaan
Keanggotaan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda dan anggota dewasa. Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri atas Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramtika Penegak dan Pramuka Pandega. Anggota dewasa dalam gugus depan adalah anggota dewasa yang masih aktif sebagai fungsionaris dalam organisasi yaitu Pembina Pramuka dan anggota Majelis Pembimbing Gugus depan.

Gugus depan lengkap terdiri atas :
a)      Pramuka Siaga yang dihimpun dalam Perindukan Siaga.
b)     Perindukan Siaga terdiri atas 3-4 barung, masing-masing barung maksimum beranggotakan 6 orang Pramuka Siaga.
c)      Tim Pembina Perindukan Siaga terdiri atas 1 Pembina Siaga dan 3 Pembantu Pembina Siaga.
d)     Pramuka Penggalang yang dihimpun dalam Pasukan Penggalang
e)      Pasukan Penggalang terdiri atas 3-4 regu, masing-masing regu beranggotakan 6-8 orang Pramuka Penggalang.
f)       Tim Pembina Pasukan Penggalang terdiri atas 1 Pembina Penggalang dan 2 Pembantu Pembina Penggalang.
g)      Pramuka Penegak yang dihimpun dalam Ambalan Penegak
h)     Ambalan Penegak terdiri atas 12-32 orang Pramuka Penegak, dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut sangga.
i)        Tim Pembina Ambalan Penegak terdiri atas 1 Pembina Penegak dan 1 Pembantu Pembina Penegak.
j)       Pramuka Pandega yang dihimpun dalam Racana Pandega terdiri atas paling banyak 30 orang Pramuka Pandega dan tidak dibagi dalam kelompok kecil.
k)     Tim Pembina Racana Pandega terdiri atas 1 Pembina Pandega dan Nara sumber Ahli.

2.    Standar Administrasi Gugusdepan
Gugus depan di lingkungan Gerakan Pramuka merupakan pusat gerak dan wadah pembinaan Pramuka, oleh karena itu dukungan administrasi perlu dilaksanakan secara tertata dan tertib namun sederhana sebagai landasan penentuan arah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan serta penentuan langkah-langkah lanjutan karena terdapat unsur keterkaitan dengan administrasi kwartir.
3.    Standar Pengelolaan Gugusdepan
Pengelolaan gugus depan merupakan aspek penting untuk menjamin kelancaran tugas operasional gugus depan, pelaksanaan program dan pencapaian sasaran.
4.    Standar Kompetensi Pembina
Pembina, pembantu pembina adalah sumberdaya yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program pendidikan kepramukaan. Gugus depan sebagai lembaga harus dapat mengelola dan menempatkan sumberdaya pembina dan pembantu pembina sebagai komponen utama untuk menyukseskan program pendidikan kepramukaan dalam rangka mencapai visi dan misinya. Gugus depan harus mempunyai sistem pengelolaan pembina dan pembantu pembina yang lengkap sesuai dengan kebutuhan, perencanaan dan pengembangan.
5.    Standar Kegiatan Gugusdepan
Standar kegiatan gugus depan merupakan bagian keglatan yang mengembangkan potensi mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik sebagai SDM atau pemimpin yang berkualitas di masa datang.
6.    Standar Pencapaian SKU-SKK-Syarat Pramuka Garuda
Gugusdepan harus mengembangkan sistem dan proses pembelajaran yang mencenninkan strategi untuk mencapai tujuan, melaksanakan misi dan mewujudkan visinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, gugus depan harus memfasilitasi pramuka agar bisa mengembangkan segala potensi yang dimiliki melalui berbagai kegiatan, sehingga mampu mengembangkan nilai-nilai profesionalisme agar dapat beradaptasi secara cepat saat memasuki dunia profesi melalui sistem pembelajaran berdasarkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.
7.    Standar Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan di gugus depan. Sarana dan prasarana tersebut memerlukan sistem pengelolaan yang mencakup perencanaan, pengadaan, pendataan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan, serta pemutahiran. Gugus depan harus memiliki kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan pedoman tentang sistem klasifikasi, inventarisasi dan informasi keberadaannya.
8.    Pengalaman mengikuti kegiatan pada Bidang Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Keaktifan pembina di gugus depan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di luar kegiatan kepramukaan perlu digalakkan dalam rangka peningkatan mutu pembinaan dalam gugus depan tersebut.
9.    Penghargaan dan Prestasi
Penghargaan yang diterima dan/atau prestasi yang dicapai oleh gugus depan baik yang diperoleh dari tingkat ranting, cabang, daerah, nasional maupun intemasional.
Selanjutnya hasil evaluasi ini digunakan untuk memperbaiki mutu kinerja gugusdepan tersebut. Setiap gugus depan melengkapi dokumen berupa form-form yaitu instrumen portofolio yang selanjutnya di kirimkan ke kwartir Nasional. Tentang Prosedur dan tehnis akreditasi gugusdepan dan tata cara penilaian telah diatur dalam lampiran Surat keputusan Kwartir Nasional No. 203 tahun 2011.

continue reading